Senin, 24 Agustus 2020

Jenis dan Fungsi Kabel Jaringan di Cisco Packet Tracer

 


Cisco Packet Tracer merupakan simulasi jaringan yang disediakan oleh perusahaan Cisco agar setiap orang dapat belajar membangun sebuah jaringan tanpa harus membeli perangkat jaringan tersebut, mengingat harganya yang dapat dibilang mahal.


Di dalam Cisco Packet Tracer tersedia berbagai macam hardware jaringan yang disediakan dan juga berbagai jenis kabel yang dapat digunakan dengan fungsinya yang berbeda-beda. 

Kali ini mimin akan membahas tentang jenis dan fungsi kabel jaringan di Cisco Packet Tracer. 

Jika dilihat pada gambar diatas setidaknya ada 12 jenis kabel tentu dengan fungsi yang berbeda-beda. Pada kesempatan ini mimin akan membahas fungsi dari 9 dari 12 kabel tersebut. Langsung saja ke pembahasan.


Jenis dan Fungsi Kabel Jaringan

1. Automatically Chose Connection
Kabel ini akan menentukan secara otomatis kabel apa yang dapat digunakan untuk menghubungkan antar device/perangkat dalam jaringan.

Jadi apabila kalian bingung kabel manakah yang harus digunakan antar device, gunakan saja kabel ini (simple kan).

2. Console
Kabel ini biasanya digunakan untuk mengkonfigurasi sebuah pernagkah jaringan secara langsung. Biasanya tidak digunakan untuk menghubungkan jaringan, hanya mengkonfigurasi sebuah perangkat jaringan secara langsung

3. Straigh-Through
Kabel ini biasa digunakan untuk menghubungkan 2 pernagkat jaringan yang berbeda jenis dengan port ethernet, seperti menghubungkan PC-Host dengan Switch atau hub, router dengan switch, dll.

4. Cross-Over
Kabel ini biasanya digunakan untuk menghubungkan 2 perangkat jaringan yang sama jenis dengan port ethernet, seperti switch dengan switch, router dengan router, pc dengan pc, dll.

5. Fiber Optic
Kabel jaringan yang digunakan untuk menghubungkan 2 perangkat yang menggunakan media antarmuka fiber optic. Kabel fiber biasanya digunakan pada switch dan router karena kecepatan transfer yang lebih besar dibandingkan kabel UTP. Kabel ini dapat digunakan dimana saja yang terdapat antarmuka/interface fiber optic.

6. Phone
Kabel yang biasanya digunakan untuk menghubungkan telepon dengan port RJ11.

7. Coaxial
Kabel yang biasanya digunakan dalam topologi bus dna biasanya digunakan untuk menghubungkan radio.

8. Serial DCE (Data Communications Equipment)
Serial DCE sering juga disebut RS-232. Ini adalah eprlatan komunikasi yang melakukan fungsi seperti konversi sinyal, coding, dan line-clocking. Dapat menjadi bagian dari peralatan DTE (Data Terminal Equipment). Kabel ini bisanya digunakan untuk modem atau leased line.

9. Serial DTE (Data Terminal Equipment)
Perlatan komunikasi yang mengubah infomasi menjadi sinya dan melanjutkannya ke pengguna kabel DTE, biasanya digunakan untuk monitor dan printer.




Selasa, 11 Agustus 2020

BAB 1 Bagan dan Konsep Kerja Server Softswitch PBX

Daeng Techno: Mengenal Apa Itu PABX dan Bagaimana Sistem Kerjanya ?

Pengertian PBX/PABX


PABX atau PBX atau Private Automatic Branch Exchange[1] adalah perangkat penyambungan komunikasi telepon atau interpon/intercom yang terletak di sisi pelanggan, misalnya di gedung-gedung perkantoran yang memerlukan percabangan satuan sambungan telepon. Secara umum perangkat PABX terhubung ke penyedia layanan telekomunikasi publik, seperti PTT Telkom.

PBX menghubungkan antara telepon dalam perusahaan dengan jaringan internal dan menghubungkan juga telepon dalam perusahaan dengan jaringan telepon publik (PSTN – public switched telephone network) melalui trunk, yaitu penghubung jalur komunikasi antara pengirim dengan penerima melalui central office). Jaringan ini menggabungkan telepon dengan faksimilemodem, dan hal lain yang menjadi perpanjangan dari kemampuan PBX sistem melalui trunk. Oleh karena itu, telepon dengan sistem PBX tidak hanya berfungsi untuk kegiatan telepon, namun juga dapat mengirim fax atau modem akses internet.

Awalnya, keuntungan utama dengan sistem PBX ini adalah penghematan biaya pada panggilan telepon internal; dan menghindari ‘tabrakan’ jaringan telepon internal dalam suatu perusahaan. Dari sinilah, PBX mulai dikembangkan dan popular. Layanan awal yang disediakan PBX sistem tidak mencakup hunt groupscall forwading, dan extension dialing (misal: 4632). Barulah pada tahun 1960, PBX disimulasikan dan kemudian dikenal dengan sistem Centrex. Centrex juga melayani fitur serupa dengan PBX yang berasal dari pusat jaringan telepon.

PBX dibedakan dari ‘sistem kunci’ yang dilakukan pengguna secara manual ketika ia menekan nomor tujuan. Maka dari itu, secara otomatis PBX akan menuju jalur sesuai dengan nomor yang dituju pengguna. Sistem ini disebut dengan Hybrid systems. ‘Sistem kunci ini dibuat dengan memilih jalur keluar khusus dengan menekan nomor eksternal. Namun, sistem PBX memiliki kode telepon untuk menghubungkan satu saluran dengan saluran luar (DDCO – direct dial central office), dan diikuti dengan nomor eksternal. Sistem PBX memungkinkan pengguna untuk melakukan panggilan telepon secara internal dan eksternal dengan menggunakan kode telepon yang telah terdaftar di Central Office maupun di DDCO.


Sejarah

stilah PBX pertama kali diterapkan ketika pergantian jaringan ke operator dalam perusahaan dilakukan. Secara otomatis, sistem pergantian elektromekanis dan beralih ke elektronik menggantikan sistem manual, PABX (private automatic branch exchange) dan PMBX (private manual branch exchange) yang digunakan untuk membedakan keduanya dengan sistem PBX. Sekarang ini istilah PBX sudah dikenal luas. Istilah PBX sudah digunakan untuk menggambarkan layanan telepon, seperti pergantian telepon sistem in-house, baik untuk cakupan privat area, penyebaran yang lebih luas, ataupun pertukaran jaringan telepon lainnya.

Sejak tahun 1990-an, terdapat dua perkembangan signifikan yang menyebabkan munculnya jenis baru sistem PBX. Salah satu perkembangan tersebut adalah besarnya pertumbuhan jaringan data dan meningkatnya pemahaman publik mengenai packet switching. Perusahaan tidak hanya membutuhkan packet switched pada jaringan untuk data saja, perkembangannya perusahaan juga membutuhkan ketersediaan internet sebagai sistem pengiriman global pada satu sistem telepon. PBX kemudian muncul dan melahirkan VoIP PBX yang menjadikan komunikasi semakin menarik. Secara teknis, PBX dan VoIP PBX bukanlah sistem berbeda. Cakupan PBX yang begitu luas, kadang sulit untuk dipahami. VoIP PBX merupakan sistem layanan khusus dalam jaringan telepon.

Faktor lainnya yang turut melahirkan sistem PBX adalah ide fokus pada kommpetensi inti. Layanan PBX cenderung sulit untuk mengatur perusahaan-perusahaan kecil karena tidak ada kommpetensi inti dalam penanganan telepon di dalam perusahaan tersebut. Pertimbangan ini memunculkan konsep host PBX. Dalam host setup, PBX berada dan dikelola oleh pusat penyedia layanan telepon, serta segala fitur dan panggilan telepon dikirim melalui internet. Pelanggan hanya perlu mendaftarkan diri untuk menggunakan layanan, dibandingkan harus membeli dan memelihara perangkat keras PBX yang begitu mahal. Dengan kata lain, sistem layanan telepon dipindah dari privat menjadi Central Office.

Dalam perkembangan PBX, salah satu tren sistem yang muncul adalah VoIP PBX, atau biasa dikenal dengan IP PBX. IP PBX menggunakan protocol internet untuk melakukan panggilan telepon. Sekarang ini PBX memberi dukungan dalam perkembangan VoIP PBX. ISDN PBX juga telah mengalami perkembangan sejak tahun 1990-an. ISDN PBX sudah menawarkan layanan panggilan konferensicall forwarding, dan memanggil host ID yang telah diprogram sebelumnya. Meskipun demikian, adanya proyek mengenai sumber terbuka ini justru dapat dikombinasikan dengan perangkat keras untuk mengurangi biaya kepemilikan PBX.

Untuk beberapa pengguna, PBX telah ditinggalkan sebagai sebuah istilah. Karena pada awalnya, pengguna telah mengenal switchboard manual atau petugas konsol yang dioperasikan oleh seseorang, biasa dikenal dengan operator. Dimana pada masa itu, operator berevolusi menjadi pusat VoIP. Namun, di era modern ini sistem IP Centrex pun muncul dengan menyediakan layanan yang hampir sama dengan PBX, namun sesungguhya memiliki konsep yang cukup berbeda. Meskipun VoIP telah banyak disetujui penggunaannya, namun pergantian jalur atau sirkuit telepon masih terus digunakan (misal: dari sirkuit 01 ke sirkuit 04). Hal ini justru menjadi tantangan bagi PBX untuk berkompetisi dengan IP Centrex dan menyediakan layanan jaringan telepon dalam perusahaan. Saat ini, ada empat sistem yang digunakan, antara lain:

  • PBX (cakupan privat and pergantian jalur telepon)
  • Hosted atau Virtual PBX (host PBX dan pergantian jalur telepon) atau Centrex tradisional
  • IP PBX (cakupan privat dan pergantian jalur telepon)
  • IP Centrex atau Hosted / Virtual IP (hosted dan pergantian jalur telepon)

Sistem-sistem ini pada kenyataannya merupakan solusi bagi orang yang ingin menelpon dari sisi IP untuk pergantian panggilan telepon atau PSTN (SS7/ISUP). Maka dari itu, diperlukan berbagai manuver layanan agar komunikasi antara pengirim dengan penerima pesan, misalnya layanan telepon dari steph ke rine dapat berjalan lancar.


Tipe dan Jenis

PABX digital

Adalah PABX yang mempunyai output atau extension berupa data digital. PABX jenis ini data digital perlu diubah dengan pesawat telepon khusus untuk dapat menjadi suara. tiap-tiap merek mempunyai konversi digital yang berbeda dengan nama dan istilah berbeda juga.

PABX analog

Adalah PABX yang mempunyai output analog berupa sinyal analog, karena menggunakan sinyal analog maka tidak perlu pesawat telepon khusus. Pesawat telepon ini sama seperti yang digunakan dirumah yang dihubungkan PSTN dalam istilah disebut Single Line Telephone (SLT).

PABX Hybrid

Adalah PABX gabungan antara dua sistem di atas. Oleh karena itu sistem ini mempunyai 4 kabel (2 pasang-1 pasang analog 1 pasang digital) pada setiap keluarannya.

PABX IP (Internet Protocol)

Adalah PABX yang hanya mengunakan protocol IP untuk interkoneksi ke pesawat pesawatnya. PABX IP menggunakan port RJ45 untuk sambungannya.


Fungsi

Sistem PBX secara fungsional memiliki empat tugas panggilan pengolah utama, yakni:

  • Membuat koneksi (sirkuit) atau menghubungkan antara telepon pengguna dengan telepon yang dituju (misalnya, pemetaan ke nomor tujuan untuk memastikan jaringan telepon tidak sibuk)
  • Menjaga koneksi atau sambungan selama menggunakan telepon (yaitu dengan menyalurkan sinyal suara antara pengirim dengan penerima pesan)
  • Mematikan koneksi atau hubungan jaringan telepon sesuai dengan perintah pengguna telepon
  • Menyediakan informasi untuk kepentingan akuntansi (misal menampilkan lama waktu panggilan atau metering call)

Selain fungsi dasar di atas, PBX juga menawarkan layanan panggilan lain dan kemampuan umum lainnya yang tentu saja berbeda dengan layanan yang serupa dari sistem yang berbeda. Dan kemudian, fungsi-fungsi inilah yang membedakan PBX dengan sistem lainnya. Kemampuan umum tersebut meliputi:

  • Layanan otomatis panggilan
  • Layanan otomatis direktori (dimana pemanggil dapat dialihkan ke karyawan yang diberikan dengan memasukkan huruf nama karyawan tersebut)
  • Layanan otomatis nada tunggu
  • Metering call atau tampilan waktu panggilan
  • Memblokir panggilan
  • Pengalihan panggilan (dimana panggilan telepon sedang sibuk atau tidak diangkat)
  • Panggilan pick-up
  • Transfer panggilan
  • Panggilan tunggu
  • Panggilan konferensi
  • Modifikasi kata sambutan
  • Panggilan cepat
  • Direct Inward Dialing (dapat melakukan panggilan telepon ke banyak jaringan dalam satu area, biasa disebut telekonferensi)
  • DISA - direct inward system access adalah kemampuan melakukan panggilan dari internal ke saluran telepon luar
  • Follow-me merupakan rute panggilan yang masuk hingga akhirnya panggilan dijawab atau pada tahap telepon dialihkan ke sistem surat suara. Sistem ini dikonfigurasi dengan daftar nomor seseorang.
  • Respon interaktif suara
  • Layanan musik tunggu
  • Surat suara
  • Kotak pesan (layanan bagi pengguna untuk mendengar surat suara jika telepon dialihkan)
  • Pesan pembuka atau sambutan (misal, selamat datang di layanan cellular operators)

Kamis, 06 Agustus 2020

Pengenalan Aplikasi Cisco Packet Tracer

Apa Itu Cisco Packet Tracer?

Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.

Fungsi Cisco Packet Tracer

1.   Packet Tracer memungkinkan Anda untuk mengkonfigurasi dan membangun jaringan dengan antarmuka drag-and-drop yang mudah digunakan. Ini memberikan pengalaman praktis yang dapat kalian terapkan di kelas dan bahkan di tempat kerja

2.   Berlatih dan pelajari keterampilan baru yang dapat kalian gunakan untuk menyelesaikan proyek kehidupan nyata

3.   Mendukung berbagai teknologi protokol Routing CCNA, keamanan, dan sumber daya TI penting lainnya

4.   Wizard aktivitasnya memungkinkan kaliam untuk mendapatkan umpan balik waktu nyata untuk menikmati pengalaman belajar yang komprehensif

5.   kalian dapat menggunakannya untuk memantau logistik transfer paket, transfer data, dan lainnya dalam waktu nyata

6.   Fitur komunitasnya memudahkan kalian untuk berbagi ide, berlatih, dan belajar dari instruktur lain

7.   Memungkinkan kolaborasi antara banyak pengguna dan teman, menawarkan pengalaman belajar yang kompetitif

Fitur Cisco Packet Tracer

Menu Bar

Menu bar adalah menu yang berisi perintah – perintah dasar seperti. Menu bar dibagi menjadi 2 yaitu dibagian atas dan bagian bawah

Bagian Bawah

§  New : membuat halaman kerja baru ( file baru )

§  Open : membuka file yang sudah dibuat

§  Save : menyimpan file yang sudah dibuat

§  Print : untuk mencetak halaman kerja atau topologi yang kita buat

§  Copy : untuk mengcopy perangkat atau topologi

§  Paste : untuk mempaste perangkat atau topologi yang telah kita copy

§  Undo : kembali ke awal atau membatalkan pekerjaan terakhir ( aktivitas terakhir )

§  Redo : membatalkan undo

§  Zoom in : untuk memperbesar sebuah ukuran topologi

§  Zoom reset : mengembalikan ukuran ke semula

§  Zoom out : untuk memperkecil ukuran topologi

§  Pallet dialog

§  Custom device dialog

Bagian Atas

§  File : new, open, open sample, save, save as, save as PKZ, save as common cartridge, print, recent file, exit and logout, exit

§  Edit : copy, paste, undo, redo

§  Option : preferences, user profile, algotithm setting, view command log

§  View : zoom, toolbar

§  Tools : Drawing palette, Custom device dialog

§  Extentions : Activity wizard, multiuser, IPC, scripting, clear terminal agent, LAN multiuser agent, Marvel, WAN multiuser agent, UPnp multiuser

§  Help : contents, tutorial, report an issue, about

Toolbar umum dan drawing

§  Select : memilih perangkat yang akan dimasukan ke workspace ( Lembar kerja )

§  Place Note : memberikan sebuah catatan pada perangkat yang ada pada workspace ( lembar kerja )

§  Delete : menghapus perangkat pada workspace ( Lembar kerja )

§  Inspect

§  Draw a polygon. Use this tool for encirlement test : menandai atau memberikan warna pada sebuah perangkat atau topologi

§  Resize Shape

§  Add simple PDU : Untuk mengirim pesan ( test ping )

§  Add complex PDU

Kategori Perangkat

§  Routers : Untuk menggabungkan atau menghubungkan 2 atau lebih network pada suatu jaringan yang berbeda

§  Switch : Switch berfungsi untuk meneruskan paket data saja. Tanpa melakukan proses routing. Namun kita masih bisa memanage nya

§  Hub :  Sama seperti switch namun kita tidak bisa memanage nya

§  Wireless device : Berisi bermacam – macam peragkat wireless

§  Connection : Berisi berbagai macam kabel yang digunakan untuk menghubungkan perangkat yang satu dengan perangkat yang lain

§  End Devices : Berisi berbagai macam perangkat seperti PC, Laptop,Server ( generic ), IP Phone, voip device, Phone, TV, dll

§  Security

§  WAN Emulation

§  Custom made device : Perangkat yang dapat kita custom sesuai dengan kebutuhan atau keinginan

§  Multiuser Connection

Bar Simulasi Realtime

Fitur ini digunakan untuk melihat simulasi jaringan dan paket data secara spesifik

Kesimpulan

Cisco Packet Tracer adalah aplikasi untuk membuat simulasi jaringan atau untuk membuat sebuah topologi jaringan. Selain itu Cisco Packet Tracer juga dilengkapi oleh berbagai fitur untuk memudahkan kita dalam pembelajaran.

 


Tugas Tek.WAN BAB I pengenalan jar das

Gambarkan di kertas HVS tentang a. Desain jaringan LAN (WARNET) b. Desain jaringan RT dan RW. kemudian foto gambar kalian dan upload gambar kalian ke dalam google classroom. dibawah ini

TUGAS ASJ Kelas XI BAB I

1. Lakukanlah analisis (pengertian) tentang jenis-jenis sistem operasi terbuka (open source) dan tertutup (close source) dan jelaskan apa perbedaannya. 2. Kamu telah memahami tentang sistem operasi jaringan pada materi diatas dengan baik. Apa perbedaan antara sistem operasi jaringan dengan sistem operasi pada umumnya 3. Apa kelebihan dan kekurangan menggunakan sistem operasi terbuka (open source) dibandingkan dengan sistem operasi tertutup (close Source) silahkan di kerjakan dengan buka link https://forms.gle/xFm34VW2DdqWUn3a7