Selasa, 07 September 2021

SWITCHING

VLAN Trunking Protocol (VTP)










enable secret = password diencripsi. enable password = password tidak dienciprsi dan dapat dilihat dengan show run. Jika kita mengeset enable secret dan enable password, maka yang dipakai adalah enable secret.

Virtual LAN (VLAN) membagi satu broadcast domain menjadi beberapa broadcast domain, sehingga dalam satu switch bisa saja terdiri dari beberapa network. Host yang berbeda VLAN tidak akan tersambung sehingga meningkatkan security jaringan. 

VLAN adalah fasilitas yang dimiliki oleh switch manageable, contohnya cisco. Pada switch unmanageable, port-port nya hanya dapat digunakan untuk koneksi ke network yang sama (satu network) sehingga tidak mendukung fasilitas VLAN. 


Buatlah topologi seperti pada gambar diatas pada packet tracer. Konfigurasi VLAN pada switch dengan VLAN10 berikan nama Marketing dan VLAN20 dengan nama Sales.

Untuk pengecekan,ping dari satu PC ke PC lain dan ketikkan perintah show vlan pada switch. PC tidak bisa ping ke beda VLAN.

 
 




Trunking berfungsi melewatkan traffic VLAN dari switch yang berbeda. Antara switch lantai 1 dan lantai 2 terhubung. PC1, PC2, PC5 dan PC6 masuk dalam VLAN 10 sedang PC3, PC4, PC5 dan PC6 masuk dalam VLAN 20.




Konfigurasi interface yang saling terhubung antar switch dengan mode trunk. Lakukan pada kedua switch. 


Ping dari satu PC ke PC lain dan ketikkan perintah show vlan.



PC dapat melakukan ping ke sesame VLAN beda switch namun tidak bisa ke beda VLAN.



Untuk menghubungkan VLAN yang berbeda, dibutuhkan perangkat layer 3 baik itu router atau switch layer 3. Cara pertama adalah dengan menggunakan satu router melalui satu interface. Teknik ini disebut router on a stick. Kekurangan dari teknik ini adalah akan terjadi collision domain karena hanya menggunakan satu interface. 
Ada 2 trunking protocol yang biasa digunakan: 

 ISL = cisco proprietary, bekerja pada ethernet, token ring dan FDDI, menambahi tag sebesar 30byte pada frame dan semua traffic VLAN ditag. 
 IEEE 802.11Q (dot1q) = open standard, hanya bekerja pada ethernet, menambahi tag sebesar 4byte pada frame.

  


 Buat topologi seperti diatas dan konfigurasi VLAN10 dan VLAN20 seperti lab sebelumnya. Tambahkan 1 router. Karena hanya menggunakan 1 interface, maka harus dibuat sub-interface untuk dijadikan gateway VLAN. Port SW1 yang terhubung ke router harus diset mode trunk.


Cek interface dengan perintah show ip int brief.
Sekarang ping antar VLAN yang berbeda.


Untuk menghubungkan antar VLAN dibutuhkan suatu perangkat layer 3 baik itu router atau switch layer 3. Kalau sebelum menggunakan router on a stick, kali ini kita akan menggunakan switch L3 (layer 3). Inilah kerennya cisco, kalo switch yang lain bekerja pada layer 2, switch cisco dapat bekerja pada layer 3 dan menjalankan routing. Namun, meski untuk routing yang lebih luas lebih dianjurkan menggunakan router sesuai fungsinya

Konfigurasi port ke VLANnya masing-masing.







 



Rabu, 01 September 2021

CCNA DASAR - Network Fundamentals

 


Pengertian Jaringan

Jaringan atau network adalah kumpulan perangkat jaringan (network devices) dan perangkat endhost (end devices) yang terhubung satu sama lain dan dapat melakukan sharing informasi serta resources. Komponen pembentuk jaringan: 

 Network devices: hub, bridge, switch dan router. 

 End devices: PC, laptop, mobile, dll. 

 Interconnection: NIC, konektor, media (cooper, fiber optic, wireless, dll).


 Local Area Network (LAN) merupakan jaringan sederhana dalam satu gedung, kantor, rumah atau sekolah. Biasanya menggunakan kabel UTP. 

 Metropolitan Area Network (MAN) adalah gabungan dari banyak LAN dalam suatu wilayah. 

 Wide Area Network (WAN) adalah jaringan yang menghubungkan banyak MAN antar pulau, negara atau benua. Medianya dapat berupa fiber optic dan satelit.



OSI LAYER

Adalah standar dalam perangkat jaringan yang membuat berbagai perangkat kompatibel satu sama lain. Ada 7 layer dalam OSI layer, dari bawah layer 1 physical sampai atas layer 7 application.


 Seorang engineer wajib memahami layer 1 sampai 4 untuk memahami fungsi dan cara kerja perangkat jaringan.


Perangkat Jaringan dan simbol

Seorang network engineer harus mengetahui berbagai jenis perangkat jaringan dan simbolnya agar dapat membaca topologi jaringan. 


IP ADDRESS
IP address dipakai untuk pengalamatan dalam jaringan. 

 IP Network sebagai identitas network/jaringan. Jika ada IP 192.168.1.0/24 berarti mewakili suatu kelompok IP (network) dari 192.168.1.1 – 192.168.1.254 

 IP broadcast merupakan IP terakhir dalam network yang dipakai untuk membroadcast packet broadcast. Misal 192.168.1.255/24. 

 Host adalah ip yang disediakan untuk host. Misal: 192.168.1.111/24.


Ada beberapa jenis IP: 

 IP public digunakan untuk mengakses internet. 

 IP private digunakan untuk jaringan local.




SUBNETTING TO EASY

Subneting adalah membagi menjadi suatu netwok menjadi subnetwork yang lebih kecil. Inilah yang disebut subnet. Salah satu aspek dalam suatu design jaringan yang baik adalah pengoptimalan alamat ip. Subneting meminimalisir alamat ip yang tidak terpakai atau terbuang. Subneting juga mempermudah dalam pengelolaan dan kinerja jaringan. Jika subneting dianalogikan dalam kehidupan nyata, maka akan seperti gambar dibawah. Dengan pengaturan subneting, maka akan terbentuk seperti gang-gang kecil ke komplek masing-masing sehingga mudah dalam membedakan jaringan dan pengiriman data ke tujuan.


Subneting ini adalah hal yang wajib dikuasai oleh seorang network engineer. Klo dulu waktu ulangan subnet masih iseng-iseng pake subnet calculator online.
Hehehe… Sekarang harus bener-bener paham. Untuk memahami subneting ini, terlebih dahulu mengerti tentang bilangan decimal dan biner (nol atau satu). Dalam subneting, ada beberapa hal yang paling sering dicari. 


SUBNETMASK
Misal ada ip 192.168.2.172/26 maka subnetmask atau netmask nya adalah /26 = 11111111.11111111.11111111.11000000. Prefix /26 mengindikasikan biner 1 (Net ID) berjumlah 26 dan sisanya yaitu Host ID berjumlah 6. Dari 11111111.11111111.11111111.11000000 ini ketika didesimalkan maka didapat subnet mask dari adalah 255.255.255.192.

TOTAL IP
Total IP ini dihitung dari Host ID. Dari contoh soal, didapat Host ID ada 6bit. Karena IPv4 32bit jadi 32-26 sisa 6. Sehingga maksimal IP didapat 2^6=64. Rumus menghitung maksimal IP: 2^Host ID 

JUMLAH SUBNET
Jumlah subnet dihitung dari Net ID. Karena Net ID subnet /26 adalah 26 maka Subnet ID nya 2. Loh kok bisa? Karena Net ID 26 dikurangi 24 karena kelas C jadi 2. Intinya klo kelas C dikurangi 24, kelas B dikurangi 16, kelas A dikurangi 8. InshaAlloh akan lebih paham dalam pembahasan soal selanjutnya sob. Didapat banyak subnetnya adalah 2^2=4 subnet. Rumus menghitung banyak subnet dengan rumus: 2^subnet ID 

MENENTUKAN IP NETWORK DAN BROADCAST
Karena soalnya IP 192.168.2.172, maka gak mungkin termasuk subnet/network pertama karena 72>64. Jadi IP tersebut masuk ke subnet ke berapa ya? Kita hitung aja kelipatan 64. IP Network pasti paling awal dan broadcast paling akhir. Gampangnya ip network setelahnya dikurang 1 itulah broadcast.



Jadi IP 192.168.2.172 masuk dalam subnet ke 3 dengan ip network 192.168.2.128 dan broadcastnya 192.168.2.191.



IP CLIENT
Dan ini adalah yang paling gampang, yaitu menghitung maksimal ip yang dapat dipakai host. Rumusnya adalah total ip dikurangi 2 karena dipakai untuk network id dan broadcast. Jadi IP Client tiap subnet adalah 64-2=62. Untuk menghafal subnet lebih cepat, kita dapat memanfaatkan tabel subnet dibawah ini.  


Dalam pembahasan ini, kita akan belajar untuk mengerjakan berbagai variasi soal subneting. Soal subnetingnya sebagai berikut guys. Carilah total ip, netmask, ip network, broadcast dan host untuk masing-masing ip dibawah: 
 192.168.10.10/25 
 10.10.10.10/13 
 20.20.20.20/23 
 11.12.13.14/20 
 50.50.50.50./15 

Ok langsung aja kita bahas bareng dari soal pertama ya…


















IPV4 SUBNETTING










Collision domain adalah area dalam suatu jaringan dimana packet data dapat mengalami tabrakan (collision) dikarenakan device mengirimnya pada waktu yang bersamaan. Pada Hub, collision domainnya menjadi 1 (besar) dan pada Switch dan Router, collision domain hanya terjadi pada masing-masing interface.


 Broadcast domain adalah area dalam suatu jaringan dimana broadcast diforward pada pertama kali. Hub dan Switch mempunyai broadcast domain yang sama karena sama-sama melewatkan broadcast, sedang Router tidak melewatkan broadcast.





Hub gak lebih dari physical repeater yang bekerja pada layer 1 dan gak punya intelijensi. Cara kerja hub adalah dengan menerima sinyal electric dari satu interface dan mengirimkannya ke semua interface kecuali ke source interface, butuh atau gak butuh. Karena bekerja pada layer physical dengan half-duplex (satu mengirim, yang lain menunggu), maka dapat terjadi tabrakan (collision) ketika ada packet yang dikirimkan dalam waktu yang bersamaan. Area dimana dapat terjadi collision disebut dengan collision domain.

Kedua topologi diatas merupakan single collision domain. Semakin besar jaringan seperti diatas, collision juga semakin besar, dan menurunkan kinerja jaringan (down).


Mengganti dengan perangkat yang bekerja pada layer 2 (data link) dan mempunyai intelijensi yaitu bridge. Karakteristik bridge:
 – Memutuskan kemana Ethernet frame dikirim dengan melihat MAC Address. 
– Forward Ethernet frame hanya ke port yang membutuhkan. 
– Filter Ethernet frames (discard them).
– Flood Ethernet frames (send them everywhere). 
– Hanya punya beberapa port. 
– Slow. 





Dengan begitu collision domain terbagi menjadi 2 pada topologi diatas. Tapi sekarang kita gak pake hub atau bridge karena udah ada switch. 

Bridge kembar sama switch… tapi gak sama…
 



Switch adalah bridge dengan beberapa kelebihan. 
– Mempunyai banyak port. 
– Mempunyai macam-macam port seperti FastEthernet dan Gigabit. 
– Fast internet switching.
 – Large buffers.





Switch mempunyai tabel MAC Address yang menyimpan MAC Address dari PC yang tersambung ke port-port pada switch. Misal ketika pertama kali ketika PC disambungkan ke switch, PC A ingin mengirimkan data ke C. 
–Maka PC A membuat Ethernet frame berisi IP address, MAC address dan tujuannya dan mengirimkannya ke switch. 
– switch lalu membroadcastnya ke semua port kecuali source. Sampai sini, switch telah menyimpan MAC address A. 
– Setelah dibroadcast, PC C akan mengirim reply berisi MAC addressnya dan ketika lewat switch, switch akan menyimpan MAC address C. 

Broadcast dikirim ketika ada packet data yang destination MAC addressnya gak ada pada tabel MAC address switch. 



Okey… to the point… 
Hub kerja pada layer 1 – Physical 
Bridge sama switch kerja di layer 2 – Data Link 
Klo router? beda lagi,,, kerjanya dilayer 3 – Network Hub, Bridge sm Switch melewatkan broadcast… Klo router enggak…
















 

 

Selasa, 31 Agustus 2021

PENGENALAN COREL DRAW VERSI X7

 


Apa Itu CorelDRAW? CorelDRAW – The Popular Drawing Software CorelDRAW adalah sebuah drawing software yang sangat populer. Sebuah software yang serba guna dan dimanfaatkan oleh para desainer dari berbagai aliran: senimurni, desain logo, desain ikon dan karakter, desain poster, brosur, kartu nama,cover buku dan sebagainya. Digemari oleh desainer cetak karena memiliki paletwarna yang mendekati warna yang dihasilkan oleh mesin cetak, meskipun demikian CorelDRAW tidaklah cocok digunakan untuk layout isi buku. Pertama kali muncul pada tahun 1987, versi terakhir yang dirilis adalah X7 (17). Popularitas dan penggunaannya yang begitu luas membuat software lain yang sejenis, sedikit banyak kemudian mengikuti tampilan dan cara penggunaannya, termasuk drawing software yang tidak berbayar (open source).


Drawing dan Painting, Apa Bedanya? Apa saja software grafis yang anda kenal? Jika anda menyebut Adobe Photoshop, ia termasuk painting software. Apa beda drawing dan painting kalau begitu? Painting berarti bahwa ketika anda menambahkan sesuatu – apakah itu titik, garis, bangun, coretan dan sebagainya – ke atas bidang gambar, maka anda melakukan hal yang sama dengan mencorat-coret sebuah kertas: anda mengubah warna bidang gambar tersebut, sehingga coretan yang anda buat tidak dapat digeser atau diubah kecuali dihapus. Pada painting, manipulasi individual terhadap coretan dicapai dengan sistem layering: seolah-olah anda memiliki selembar kertas putih di dasar dan berlapis-lapis kertas transparan di atasnya: coretan pada lapis ke 15 dapat anda hapus tanpa merusak coretan lain di lapis ke 14. Drawing berarti bahwa apa yang anda tambahkan ke bidang gambar sebenarnya adalah sebuah objek. Seperti menaruh pin, penggaris, dan busur di atas selembar kertas. Benda-benda tersebut tidak pernah menyatu dengan kertasnya, sehingga bebas untuk dimanipulasi, misalnya digeser. Setiap objek drawing merupakan hasil penggambaran secara matematis dari informasi komponen grafis objek yang tersimpan. Ukuran file citra hasil painting akan membesar seiring dengan ukuran bidang gambar dan jumlah layernya, sedangkan ukuran file gambar hasil drawing tergantung pada banyaknya objek di dalamnya. Citra painting menyimpan hasil akhir coretan-coretan anda berupa sebuah lukisan utuh (dikenal juga sebagai bitmap); gambar drawing menyimpan koordinat titik, jenis objek dan manipulasinya saja (dikenal juga sebagai vector), sehingga perlu rendering (proses penggambaran) setiap kali kita ingin melihat hasilnya.


Membuka CorelDRAW CorelDRAW bukanlah sesuatu yang langsung ada di komputer anda, ketika anda baru saja membelinya misalnya, atau setelah anda melakukan instalasi sebuah sistem operasi. Tentu anda harus terlebih dahulu membeli software ini dan melakukan instalasi sebelum anda mulai menggunakannya. CorelDRAW tersedia dalam paket bernama Corel Graphics Suite bersama beberapa software grafis lain dari Corel yang saling melengkapi. Ukuran instalasinya antara 100-300 megabyte untuk seluruh paket tersebut. Corel Graphics Suite tersedia untuk sistem operasi Windows dan Macintosh. Jika CorelDRAW telah terinstal, sangat mudah untuk membukanya, tinggal menamukan lokasi grup software aplikasi pada computer anda. Contoh untuk Windows adalah klik tombol ‘Start’ _ ‘All Programs’ _ ‘CorelDRAW Graphics Suite X7’ _ ‘CorelDRAW X7’. Bagaimana jika versi CorelDRAW yang dimiliki berbeda? Temukan saja bagian menu yang memuat kata Corel, kemudian cari shortcut untuk CorelDRAW di sana. Setelah memberikan perintah untuk membuka CorelDRAW, mungkin saja akan muncul jendela dengan pertanyaan atau pilihan, klik saja ‘New’, dan akan muncul antarmuka utama CorelDRAW. CorelDRAW tidak mengalami perubahan radikal dari satu versi ke versi berikutnya, sehingga informasi dalam modul ini masih dapat anda gunakan. Perbedaan yang ada adalah kemampuan baru yang ditambahkan setiap kenaikan versi, yang biasanya ditunjukkan oleh adanya tool baru pada toolbar atau menu baru, sehingga pada versi yang lebih lama dari X7, beberapa bagian antarmuka belum ada.




Bagian-bagian antarmuka CorelDRAW (nomor menunjuk pada ilustrasi gambar): 

1. Title Bar

 2. Menu Bar Kumpulan menu yang digunakan untuk mengakses seluruh fungsi-fungsi yang ada pada CorelDraw, termasuk membuka – menyimpan file, efek-efek, dan sebagainya. 

3. Standard Toolbar Kumpulan icon yang berfungsi untuk mengakses menu-menu umum yang paling sering dipakai. Berikut isi standard toolbar:


4. Property Bar Berfungsi menampilkan pilihan properti dari sebuah fungsi toolbox yang tengah dipakai. Pada kondisi default (tool yang terpilih adalah pick tool – panah putih, maka property bar akan berisi ukuran kertas bidang gambar, orientasi kertas, unit yang digunakan, dan sebagainya. Property bar akan selalu berubah tergantung dari tool yang kita pilih di toolbox.


5. Ruler Bar 

6. Toolbox Berisi pilihan tool dan mode menggambar. Klik pada sebuah ikon tool untuk menggunakannya, maka tombol ikon akan tampak seperti ditekan, dan tool tersebut siap kita gunakan pada bidang gambar. Kadang juga terdapat subtool yang dapat dimunculkan dengan menekan agak lama pada sebuah icon tool, kemudian klik pada sub tool yang tersedia. Isi Toolbox ditunjukkan pada halaman berikutnya 


7. Bidang Kerja 

8. Bidang Gambar Luasan bidang gambar dengan ukuran kertas tertentu yang dapat kita gunakan untuk mendesain gambar. Apa yang berada di luar tepi bidang gambar tidak akan ikut tercetak saat diprint. 

9. Palet Warna Digunakan untuk memilih warna yang akan kita pakai untuk mewarnai sebuah objek gambar. Klik kiri pada palet akan mengeset warna isian (fill) suatu objek, dan klik kanan pada palet akan mengeset warna tepi dan garis (line).

10. Penunjuk Halaman 

11. Status Bar Menunjukkan beberapa status penting dan event yang sedang terjadi, juga pada bagian kanan menunjukkan warna fill dan line sebuah objek. 

12. Object Properties Menampilkan setting yang dapat dipilih dari sebuah objek. Biasanya yang terdapat di sini adalah warna fill, warna garis, dan sebagainya untuk sebuah objek tertentu saja.



Selasa, 24 Agustus 2021

Apa Itu Desain Grafis?

 Apa yang dimaksud dengan desain grafis?

Desain grafis adalah sebuah bentuk seni dengan tujuan untuk memecahkan masalah komunikasi melalui kombinasi elemen grafis seperti bentuk, garis, warna, dan sebagainya. Visual yang tercipta diharapkan dapat menjadi sarana penyampaian informasi atau pesan secara jelas dan efektif, bahkan mampu membentuk persepsi manusia akan sebuah hal.

Perlu kamu tahu bahwa dalam desain grafis, tulisan pun juga dinamakan sebagai gambar. Mengapa? Karena tulisan merupakan bentuk abstraksi simbol-simbol yang dapat dibunyikan. Ilmu tentang desain grafis biasanya sering disebut Desain Komunikasi Visual (DKV).


Apa saja prinsip yang ada dalam desain grafis?


Seperti halnya manusia yang memiliki prinsip yang ia pegang teguh dalam menjalani kehidupan, begitu pula dengan desainer grafis. Ada prinsip-prinsip yang harus dipegang teguh saat menghasilkan karya-karya yang luar biasa.

Prinsip utama yang wajib menjadi pedoman setiap desainer grafis adalah bahwa setiap desain yang dihasilkan harus bersifat komunikatif, karena kegunaan desain itu sendiri tak lain adalah sebagai sarana komunikasi, seperti yang telah disampaikan di atas.


Prinsip-prinsip pendukung lainnya yang juga sebaiknya dipegang teguh oleh para desainer grafis adalah kesederhanaan, keseimbangan, kesatuan, penekanan, irama dan proporsi. Kami mencoba menjelaskannya secara sederhana saja di dalam artikel ini.

Mengapa kesederhanaan? Tujuan dari desain adalah memudahkan pembaca memahami apa yang disampaikan. Oleh karena itu,


Bagaimana dengan keseimbangan? Secara visual, desain baiknya memiliki dua keseimbangan, yaitu keseimbangan formal dan keseimbangan informal. Keseimbangan formal misalnya berupa konsistensi dalam penggunaan elemen-elemen desain. Sementara yang dimaksud dengan keseimbangan informal adalah desain sebaiknya meninggalkan kesan dinamis dan fleksibel.

Prinsip ketiga adalah kesatuan. Isi pokok dari komposisi suatu desain harus dapat menyatu sehingga terlihat utuh sebagai satu kesatuan. Lalu, apa itu penekanan? Penekanan, atau istilah kerennya aksentuasi, adalah bahwa sebuah desain harus dapat menarik perhatian orang yang melihatnya. Desain yang berhasil adalah desain yang mampu membuat target audience-nya mengerti sehingga mereka pun tergerak untuk dapat membagikan informasi tersebut kepada orang lain.

Irama, bagaimana dengan irama? Sebuah karya seni selalu memiliki unsur-unsur pendukung. Irama merupakan pengulangan dari unsur-unsur tersebut.

Prinsip terakhir dalam desain grafis adalah proporsi. Untuk memperoleh keseimbangan desain diperlukan perbandingan. Agar sebuah bidang terlihat proporsional, perbandingan matematisnya harus tepat.


Apa saja unsur yang ada dalam desain grafis?


Desain harus memiliki unsur-unsur penting ini: garis, bentuk, tekstur, ruang, ukuran dan warna. Unsur dasar yang diperlukan untuk membentuk sesuatu adalah garis. Tanpa adanya garis, unsur desain yang satu dan yang lain tidak bisa terhubung. Unsur kedua dalam desain grafis adalah bentuk. Bentuk-bentuk umum yang diketahui orang banyak antara lain segitiga, lingkaran, persegi dan persegi panjang.

Lalu, yang ketiga adalah tekstur. Apa itu tekstur? Tekstur adalah tampilan luar dari sebuah bentuk yang dapat dilihat atau dirasakan.

Unsur berikutnya adalah ruang. Ruang diperlukan untuk memperindah sebuah desain. Bayangkan jika tidak ada jarak sama sekali, bentuk-bentuk yang ada di dalam desain akan saling menempel.

Selanjutnya, ada ukuran. Objek yang memiliki ukuran yang lebih besar atau dominan mengindikasikan bahwa objek tersebut lebih penting dibanding objek yang berukuran kecil. Itulah pentingnya unsur ukuran.

Warna melengkapi unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah desain. Pemilihan warna sangatlah penting dalam menentukan keindahan suatu desain. Pemilihan warna berpengaruh terhadap kesan yang diterima oleh pembaca. Pemilihan warna dapat memengaruhi suasana hati seseorang. Masing-masing warna juga memiliki profil identitasnya sendiri


https://uprint.id/blog/desain-grafis/